
Sekjen KBMI-ILC sekaligus Koordinator Aliansi Buruh Jawa Barat, Ajat Sudrajat, menambahkan. “Karena pertimbangan keamanan nasional, maka kita bersepakat untuk menunda kegiatan aksi tanggal 10. Tapi kami tidak pernah berpikir bahwa buruh bisa memberikan jaminan untuk tidak turun sama sekali,” tegas Ajat.
KBPBI juga keberatan dengan pernyataan Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, yang mengklaim buruh dipastikan tidak akan ada demo – demo di bulan Agustus – September.

“Statemen Said Iqbal ini kami sangat sayangkan seolah-olah telah mengklaim seluruh buruh indonesia, Justru Said Iqbal tidak terlibat dalam koalisi ini. KSPI yang dipimpin Said Iqbal tidak ada di dalam Koalisi Besar. Jadi dia tidak berhak mengklaim atas nama buruh seluruh Indonesia,” kata Ajat Sudrajat.
“Kehadiran KBPBI ini adalah antitesis dari kelompok-kelompok Partai Buruh. kami tidak pernah melibatkan KSPI dalam konsolidasi dan rapat-rapat Koalisi Besar ini,” terang Ajat Sudrajat.
Ia menyebut kekuatan Said Iqbal hanya sekitar 10% dari total kekuatan buruh nasional. Sementara 90% lainnya berada di Koalisi Besar KBPBI saat ini. Adapun Konfederasi yang tergabung dalam KBPBI di antaranya: KSPSI AGN, KSPSI Pak Jumhur Hidayat, KSPSI Yorys, KSPSI 1973, KSBSI Elly Rosita Silaban, KBMI, KASBI, Konfederasi Aspek Indonesia, KSPN, KSN, Sarbumusi, serta federasi-federasi independen seperti GSBI, Aspirasi, FPBI, FSPGI, Gaspermindo dll